mairieaussevielle.com

My WordPress Blog

“Tanah kita tak lagi terbuka menangkap air hujan. Tanah kita tertutup oleh aspal, bangunan rumah, dan gedung, sehingga air yang diturunkan dari langit tak masuk ke bumi kita. Kita halangi air itu dari masuk ke bumi, apa dampaknya? Manusia mencicipi dari tahun ke tahun hadirnya limpahan air yang kita sebut dengan banjir. Karena itu, mulai tahun ini, kita memulai gerakan untuk mengembalikan air hujan ke dalam bumi,” kata Anies di Monas dikutip dari Kompas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan khusus kepada masyarakat DKI Jakarta soal drainase vertikal atau sumur. Menurut dia dengan membangun sumur-sumur drainase vertikal di rumah, sanggup menjawab pertanyaan kenapa Jakarta selalu banjir setiap trend hujan. Dengan membangun drainase vertikal, harapannya air hujan tidak mengalir ke luar rumah tetapi masuk kembali ke dalam tanah. Menurutnya ini yaitu cara untuk mengembalikan air ke sunnatullah-nya.

“Karena itu, untuk menyelamatkannya, kita mengembalikan pada sunatullah-nya, sunatullah-nya air hujan masuk ke dalam bumi,” ujarnya,

Gubernur DKI Jakarta ini juga menyinggung turunya permukaan tanah di Jakarta setiap tahun. Salah satu penyebabnya berdasarkan Anies kenapa tanah selalu turun alasannya yaitu tak ada air hujan yang masuk ke dalam tanah.

“Di Jakarta, setiap tahun permukaan tanah turun 7 sentimeter, mengapa turun? Karena air tanahnya kita sedot, sementara air tanahnya tak menerima asupan dari langit yang turun lewat hujan. Efeknya tanah kita bumi kita di Jakarta turun 7 sentimeter per tahun. (Jika) Kita ulangi ini 10 tahun, 70 sentimeter tanah kita turun di Jakarta,” pungkas Anies.