mairieaussevielle.com

My WordPress Blog

Musisi sekaligus politikus Ahmad Dhani dituntut eksekusi dua tahun penjara dalam kasus ujaran kebencian. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menganggap perbuatan yang dilakukan Ahmad Dhani ini bisa meresahkan masyarakat. Karena pernyataan lisanya yang dianggap tidak pantas.

“Dalam kasus ini berdasarkan hakim memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan membuatkan info untuk membuatkan rasa kebencian,” kata jaksa penuntut umum, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan dilansir dari Detik.

Perbuatan Ahmad Dhani dianggap bertentangan dengan pasal 45 abjad A ayat 2 jo 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 jo UU Nomor 11 Tahun 2008 wacana ITE jo Pasal 55 ayat 1 kitab undang-undang hukum pidana berdasarkan Jaksa Penuntut Umum. Karena dijerat dua pasal tersebut membuatnya dijerat pidana dengan penjara selama dua tahun.

Tidak hingga di situ, JPU akan menuntut pengadilan untuk menyita handphone, e-mail, dan akun Twitter milik Ahmad Dhani. Dalam pertimbangannya, jaksa tidak menemukan hal yang meringangkan eksekusi Ahmad Dhani.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa sanggup meresahkan masyarakat,” ucapnya.

Sidang ini akan dilanjutkan dengan pembacaan pleidoi oleh pihak Ahmad Dhani. Majelis hakim memutuskan sidang selanjutnya digelar pada 10 Desember mendatang.