mairieaussevielle.com

My WordPress Blog

Dalam gugusan posisi pemain bola, semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol. Karena membuat gol tidak menjadi kiprah para striker. Tetapi hanya ada satu posisi yang sekiranya sulit untuk membuat sebuah gol karena ia mempunyai kiprah krusial dalam menjaga gawang dari kebobolan, yap ia ialah seorang kiper.

Meskipun pemain belakang ditumpuk hingga empat atau lima orang, tidak berarti kiprah kiper bakal ditutup oleh pemain belakang secara keseluruhan. Karena gawang kerap merindukan bagaimana jalanya bergoyang dan itu mengapa seorang kiper mempunyai tanggung jawab yang krusial dalam setiap pertandingan.

Meskipun sulit bukan berarti seorang kiper tak bisa mencetak gol, alasannya ialah sulit bukan berarti tidak bisa. Sehingga bagi kiper tidak ada yang tidak bisa dilakukannya menyerupai halnya menceploskan bola gawang. Kalau menepis bola hanyalah sebuah aksi, sedangkan membobol gawang menjadi salah satu atraksi.

Nah, berikut ini beberapa gol pentingĀ  yang dicetak oleh kiper atau penjaga gawang.

Gol Dramatis Diberi, Namun Anti Selebrasi

 semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Sumber : Goal.com

20 September 2003 menjadi hari bersejarah bagi penjaga gawang berkebangsaan Estonia berjulukan Mart Poom. Poom ketika itu menjadi penjaga gawang dari Sunderland yang sedang melokoni laga melawan Derby Country. Sebagai tim tamu Sunderland mendapat gempuran sengit di lini pertahanan hingga risikonya tertinggal 0-1 dari Derby Country.

Tertinggal selisih satu gol, Poom berusaha maju ketika Sunderland mendapat sepak pojok pada menit ke-91, guna membantu serangan. Tak disangka-sangka keputusanya untuk maju ketika sepak pojok dilakukan membuahkan gol penyeimbang. Sebagai kiper yang mencetak gol di menit-menit simpulan seharusnya selebrasi heboh dilakukan, tetapi ia anti selebrasi demi menghormati diri sebagaimana pernah berseragam Derby Country.

Tak Hanya Gawang yang Diselamatkan, Namun Juga Muka Tim Saat Derby

 semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Sumber : Goal.com

Kilas balik ke tahun 1997 di mana laga derby di Jerman yang selalu dinantikan setiap tahunnya, yang mempertemukan Schalke 04 dan Borrusia Dortmund, Rivierederby ialah sebutan bagi laga sengit ini. Berbicara di tahun 1997 di mana laga derby yang tersaji meninggalkan kesan mendalam bagi kiper kawakan Jens Lehmann.

Lehmann yang ketika itu berseragam Schalke 04, menjadi penyelamat Schalke di menit-menit simpulan dengan mencetak gol dan membuat pertandingan berakhir imbang 2-2. Di mana gol tersebut dicetak di menit-menit akhir.

Situasi Tendangan Penjuru Selalu Menjadi Moment Bagi Penjaga Gawang Untuk Membobol Gawang

 semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Sumber : Goal.com

Masih di tahun yang sama, kali ini kiprah penjaga gawang yang bisa membobol gawang diambil oleh kiper dari FC Augsburg, Marwin Hitz. Setelah tertinggal dari Bayer Leverkusen hingga menit akhir. Kedudukan 2-1 tentu masih ada peluang untuk mematahkan kekalahan bagi FC Augsburg, alhasil moment itu tiba di menit ke-93.

Skemanya pun hampir sama menyerupai Lehmann dan Poom, di mana sepak pojok terjadi yang memaksa Hitz untuk maju kedepan untuk memanfaatkan bola mati. Boom! gol pun terjadi dengan mengubah kedudukan 2-2 di simpulan laga, sehingga Augsburg tak jadi kalah di depan pendukungnya.

Nama Toldo! Menggema di Derby d’Italia Pada Tahun 2002

 semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Sumber : Goal.com

Fans Inter Milan tak mungkin lupa pada laga Derby d’Italia tahun 2002. Di mana ia berhasil menyelamatkan muka Inter Milan yang hampir kalah dari Si Nyonya Tua. Bermain di sangkar Giusseppe Meazza, Inter tentu tak boleh aib dengan menelan kekalahan dari tim sekelas Juventus.

Alhasil usaha Nerazzuri memuncak untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-89 pun kiper Inter, Francesco Toldo pun maju membantu serangan, dan tidak disangka jika ia jadi penyelamat Inter dan menghukum Buffon lewat goalnya. Kedudukan pun sama besar lengan berkuasa 1-1.

Pahlawan Layak Diberikan Sevilla Kepada Andreas Palop

 semuanya mempunyai nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Sumber : Goal.com

Final Europa League, menjadi liga Eropa kasta kedua yang tentu sangat berhaga bagi tim sekelas Sevilla. Setelah di leg pertama Sevilla bermain imbang 2-2 kala mejamu Shakhtar Donetsk, tentu Sevilla membutuhkan kemenangan untuk membawa Sevilla melaju ke partai Final Europa League 2006/07.

Sayang seribu sayang, mimpi itu buram alasannya ialah hingga detik-detik terakhir laga Los Rojiblancos tertinggal 2-1. Namun, Andreas Palop tiba sebagai penyelamat dengan menyamut tendangan penjuru Dani Alves hingga memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu kedudukan pun tak berubah, sehingga harus ditentkan lewat babak sabung penalti. Tampil lebih damai dalam eksekusi, Sevilla pun lolos ke partai Final Europa League ekspresi dominan 2006/07.